Dalam dunia trading, ada berbagai strategi yang bisa digunakan untuk mengelola risiko, salah satunya adalah hedging. Strategi ini biasanya digunakan untuk melindungi posisi dari potensi kerugian dengan cara membuka posisi baru yang berlawanan arah dari posisi awal.
Hedging adalah kondisi di mana trader membuka dua posisi berlawanan secara bersamaan pada instrumen yang sama. Contohnya membuka posisi Buy dan Sell dalam waktu yang berdekatan tanpa menutup salah satu posisi tersebut. Biasanya, strategi ini tidak disertai dengan Stop Loss, melainkan hanya menargetkan Take Profit sekitar 30–50 poin.
Contoh Simulasi Hedging
| Skenario | Entry Price | Exit Price (Harga Turun) | Selisih Harga | P/L Saat Harga Turun (USD) |
| Buy EURUSD | 1.14962 | 1.14958 | P/L = Exit Price - Entry Price | $-40 |
| Sell EURUSD | 1.14963 | 1.14958 | P/L = Entry Price - Exit Price | $50 |
| Total P/L = -$40 + $50 = $10 | ||||
Artinya, meskipun prediksi awal Anda (buy EURUSD) salah karena harga turun, posisi hedging (sell EURUSD) mampu mengimbangi kerugian bahkan memberikan keuntungan sebesar $10.
Perlu diketahui bahwa dalam online trading, posisi hedging tetap memiliki risiko terkena auto cut (likuidasi otomatis). Hal ini bisa terjadi apabila level margin turun hingga mencapai atau di bawah 20%, khususnya bagi akun dengan leverage 1:100.