Trading saat news adalah aktivitas trading ketika pasar sedang merespons rilis berita atau data ekonomi. Pada kondisi ini, harga dapat bergerak lebih cepat dan memiliki rentang pergerakan yang lebih besar dibandingkan kondisi pasar normal.
Kondisi tersebut dapat memberikan peluang, tetapi juga meningkatkan risiko,seperti volatilitas, slippage, pelebaran spread, hingga risiko Margin Call dan Auto Cut. Oleh karena itu, penting untuk memahami karakteristik pasar saat rilis berita sebelum membuka posisi.
Setiap berita memiliki dampak yang berbeda. Karena itu, sebelum trading saat rilis berita, penting untuk memahami jenis berita, kondisi pasar, dan risiko yang mungkin terjadi agar keputusan trading dapat dilakukan secara lebih terukur.
Setiap hari terdapat berbagai data ekonomi yang diumumkan kepada publik, seperti:
- Keputusan suku bunga bank sentral
- Data inflasi (Consumer Price Index/CPI)
- Data tenaga kerja (Non-Farm Payroll/NFP)
- Gross Domestic Product (GDP)
- Tingkat pengangguran
- Pernyataan pejabat bank sentral
Data tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian suatu negara. Ketika hasil rilis berbeda dari ekspektasi pasar, banyak pelaku pasar melakukan transaksi secara bersamaan sehingga harga dapat berubah sangat cepat hanya dalam hitungan detik.
| Waktu | Kondisi Pasar |
| 10–30 menit sebelum rilis berita | Aktivitas pasar mulai meningkat. |
| Beberapa detik sebelum rilis | Likuiditas dapat berkurang, spread mulai melebar. |
| Saat rilis berita | Volatilitas meningkat tajam, harga bergerak sangat cepat. |
| 1–5 menit setelah rilis | Pergerakan harga masih sangat dinamis. |
| Setelah pasar mulai tenang | Harga kembali bergerak lebih stabil mengikuti sentimen pasar. |
Volatilitas Harga Meningkat
Volatilitas adalah kondisi ketika harga bergerak lebih cepat dengan rentang pergerakan yang lebih besar dibandingkan kondisi normal.
|
Sebagai contoh: Sebelum rilis berita: XAUUSD bergerak dalam rentang yang relatif kecil. Setelah berita dirilis: Harga dapat bergerak puluhan hingga ratusan poin hanya dalam hitungan detik. |
Dampaknya:
- Profit maupun kerugian dapat berubah dengan sangat cepat.
- Stop Loss dan Take Profit dapat tersentuh dalam waktu singkat.
- Harga eksekusi dapat berbeda dari harga yang terlihat sebelum order dikirim.
Risiko Slippage pada Eksekusi Order
Pada kondisi pasar yang sangat volatil, terdapat kemungkinan terjadi slippage, yaitu perbedaan antara harga saat order dikirim dengan harga ketika order berhasil dieksekusi.
Contoh:
- Harga XAUUSD saat order dikirim: 4054.00
- Harga XAUUSD Saat order diproses: 4055.20
- Positif (harga lebih baik)
- Negatif (harga kurang menguntungkan)
Spread Dapat Melebar
| Kondisi | Spread |
| Pasar normal | ±20 poin |
| Saat rilis berita | Dapat meningkat mengikuti kondisi pasar |
- Harga pembukaan posisi dapat berbeda dari perkiraan.
- Target profit membutuhkan pergerakan harga yang lebih besar.
- Stop Loss maupun Take Profit dapat lebih cepat tersentuh akibat perubahan spread.
- Order Buy dieksekusi pada harga Ask, sedangkan Sell dieksekusi pada harga Bid.
|
Referensi :
Anda dapat memilih produk dengan spread yang lebih rendah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai komisi dan spread di MIFX, untuk informasi lebih lanjut bisa cek link berikut : Komisi & Spread
|
Pending Order Tetap Memiliki Risiko
- Buy Stop
- Sell Stop
- Buy Limit
- Sell Limit
- Order akan dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia.
- Slippage tetap dapat terjadi.
- Dalam kondisi tertentu dapat terjadi gap harga.
Perhatikan Margin Call dan Risiko Auto Cut
- Equity menurun.
- Margin Level ikut turun.
- Menambah dana (deposit).
- Menutup sebagian posisi.
Rumus Margin LevelMargin Level = (Equity ÷ Margin) × 100%
|
Gunakan Manajemen Risiko
- Periksa jadwal rilis berita ekonomi.
- Ketahui tingkat dampak berita (Low, Medium, High Impact).
- Pastikan Free Margin masih mencukupi.
- Gunakan ukuran lot sesuai kemampuan modal.
- Tentukan batas risiko sebelum membuka posisi.
- Gunakan Stop Loss sesuai strategi.
- Hindari penggunaan leverage secara berlebihan.
Kebijakan Bank Sentral
- Keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed)
- Pernyataan kebijakan moneter
- FOMC Meeting
- Produk Major Pair Forex (EURUSD, GBPUSD, USDJPY, dan lainnya)
- Gold (XAUUSD)
- Produk Index, seperti US30, NAS100, dan SPX500
Data Ekonomi
- Non-Farm Payroll (NFP)
- Consumer Price Index (CPI)
- Gross Domestic Product (GDP)
- Retail Sales
- Tingkat Pengangguran
Wilayah |
Jenis Data |
Produk yang Terdampak |
| Amerika Serikat (AS) | NFP, CPI, GDP, Retail Sales, dan Unemployment Rate | Pada umumnya memengaruhi Major Pair Forex yang melibatkan USD (misalnya EURUSD, GBPUSD, USDJPY), Gold (XAUUSD), serta Index AS seperti US30, NAS100, dan SPX500. |
| Inggris | CPI atau GDP Inggris | Pada umumnya memengaruhi pasangan mata uang yang melibatkan GBP, seperti GBPUSD dan EURGBP. |
| Zona Euro | CPI atau GDP Zona Euro | Pada umumnya memengaruhi pasangan mata uang yang melibatkan EUR, seperti EURUSD dan EURJPY. |
FAQ
| Question | Answer |
Apakah spread melebar karena broker? |
Spread dapat berubah mengikuti kondisi likuiditas pasar. Saat volatilitas meningkat, spread juga dapat melebar sesuai kondisi pasar. |
Apakah Stop Loss dan Take Profit selalu dieksekusi tepat pada harga yang dipasang? |
Pada kondisi pasar yang bergerak sangat cepat, Stop Loss maupun Take Profit dapat mengalami slippage sehingga harga eksekusi dapat berbeda dari harga yang dipasang.
|
Apakah pending order menjamin harga masuk sesuai yang diinginkan? |
Tidak. Pending order akan dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia ketika order aktif sesuai kondisi pasar.
|
|
Apakah semua berita menyebabkan volatilitas tinggi?
|
Tidak. Volatilitas biasanya lebih besar pada berita ekonomi yang memiliki dampak tinggi (High Impact), seperti keputusan suku bunga bank sentral atau data tenaga kerja.
|
|
Apakah tetap bisa membuka posisi saat rilis berita?
|
Bisa. Namun, saat rilis berita terutama berita dengan dampak tinggi (High Impact), volatilitas pasar dapat meningkat dan spread berpotensi melebar. Anda dapat mempertimbangkan produk dengan spread yang lebih rendah untuk membantu mengoptimalkan biaya transaksi. Untuk informasi lebih lanjut dapat cek link ini Komisi & Spread
|